Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Minat Baca’ Category

Tidak mudah rupanya mengajak penerbit media cetak untuk mematuhi UU No. 4/1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (UU SSKCKR). Alasannya beraneka ragam. Mulai dari merasa tidak tahu UU ini, mahalnya ongkos kirim ke perpustakaan nasional, hingga menganggap remeh UU SSKCKR.

Dibanding UU Pers dan UU Perseroan Terbatas, UU SSKCKR relatif dianggap “anak tiri” oleh sebagian penerbit pers. Boleh jadi, itu akibat ringannya sanksi yang melekat pada pelanggar UU, yang paling tinggi pindana denda selama 6 bulan atau denda maksimal Rp 5 juta. Pasal 2 UU SSKCKR memerintahkan para penerbit (termasuk penerbit media cetak) untuk menyerahkan 2 (dua) buah cetakan dari setiap judul karya cetak yang dihasilkan kepada Perpustakaan Nasional, dan sebuah kepada Perpustakaan Daerah di ibukota propinsi bersangkutan, selambat-lambatnya tiga bulan sejak diterbitkan.

Jika demikian, tentu diperlukan cara yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan para penerbit, terutama mereka yang menjadi anggota kantor saya, Serikat Penerbit Suratkabar (SPS), agar mematuhi UU SSKCKR. Dari 951 penerbit anggota SPS di seluruh Indonesia, baru 24 penerbit koran harian, tujuh penerbit tabloid, dan 32 penerbit majalah yang sudah menyerahkan produk terbitannya secara rutin kepada perpustakaan nasional, sebagaimana amanat UU itu. Wowwwwww….!!!! Masih banyak sekali yang belum patuh. Menyedihkan, memang.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Untuk kedua kalinya  setelah tahun 2007, hari Rabu (14/10) lalu, kantor saya kembali mendapat kunjungan mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Lima puluh mahasiswa semester 5 (angkatan 2007) plus satu dosen pendamping tersebut, bertukar pikiran dengan saya mengenai berbagai isu, tren, dan fenomena mutakhir yang berkembang di industri media cetak, dalam rangka kegiatan kuliah kerja lapangan yang mereka adakan di sejumlah lembaga media dan perikalan di Jakarta. Sebelum mengunjungi kantor saya, hari itu mereka mengadakan kunjungan ke Trans TV dan sore harinya hendak menyambangi Metro TV. Mahasiswa itu berasal dari program studi broadcasting dan public relations (PR).

Seperti biasa, saat berdialog dengan mahasiswa yang mengunjungi SPS, saya selalu menyampaikan beberapa pertanyaan sederhana yang kadang saya suka sebut sebagai “survei kecil-kecilan”. Nah, saat itu saya pun juga melontarkan pertanyaan “klasik” tersebut. “Berapa orang diantara Anda di ruangan ini, yang hadir di kantor SPS saat ini, yang berlangganan dan membaca koran tiap hari?” lontar saya kepada mereka? Jawaban mereka sangat mengagetkan saya: hanya ada 2 orang…!!!

Lebih jauh lagi, saya tanya, berapa orang diantara Anda yang membaca koran tiap hari? Ternyata hanya 1 orang…!!! Weitss….. gejala tidak benar nich, pikir saya dalam hati. “Kalau yang membaca koran tiap minggu sekali ada berapa orang?” lanjut saya semakin gemas. Hasilnya? Cuma lima orang…!!! Saya pun langsung ambil kesimpulan di depan mereka. “Berarti memang minat baca Anda terhadap koran (media cetak) sangat rendah…!”

(lebih…)

Read Full Post »

Berapa sich sebenarnya waktu yang dihabiskan orang di Indonesia untuk membaca koran? Banyak premis awal yang mengatakan bahwa waktu untuk membaca koran kini semakin berkurang. Apalagi sejak kian populernya internet di sini yang dengan mudah bisa diakses pula melalui mobile phone. Cuma, berapa angka definitifnya? Sejumlah sumber riset bisa mengatakan berbeda-beda.

Nah, bulan Juni lalu Serikat Penerbit Suratkabar Pusat (SPS) Pusat, asosiasinya penerbit media cetak seluruh Indonesia, melakukan survei mengenai Masa Depan Media Cetak. Apakah media cetak masih akan berumur panjang? Apakah media cetak bakal segera digusur oleh internet? Apa pula rubrik yang disukai pembaca dari media cetak? Seberapa efektif pula iklan di media cetak dibanding di TV dan online?

Dari sekian pertanyaan penting yang diajukan kepada 3000 responden survei ini di 15 kota, adalah berapa lama orang membaca koran, majalah, dan tabloid setiap minggu?

(lebih…)

Read Full Post »

Eka Puri Wulandari (SMAN 1 Denpasar). Juara I Lomba Menulis Artikel OMASI 2009 Wil. Bali

Eka Puri Wulandari (SMAN 1 Denpasar). Juara I Lomba Menulis Artikel OMASI 2009 Wil. Bali

Road show OMASI 2009 berakhir sudah. Sepuluh finalis yang akan tampil pada grand final di Jakarta, akhir Juni mendatang, telah terpilih semua. Pada putaran akhir di Bali kemarin, Eka Putri Wulandari, siswi SMAN 1 Denpasar, berhasil merebut juara I lomba menulis artikel tentang APBN Tk SMA se-Indonesia 2009 wilayah Bali. Alhasil, tiket menuju grand final nasional di Jakarta pun ia kantongi, setelah menyisihkan sembilan finalis lainnya pada babak presentasi di depan juri.

Tanda-tanda kemenangan Eka, begitu ia karib disapa, sudah terlihat sejak babak penilaian artikel. Ia, unggul jauh di atas lawan-lawannya. Total terdapat 37 orang peserta lomba menulis artikel dari 17 SMA se-Bali yang mengikuti Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 kali ini.

OMASI 2009 di Bali, dilaksanakan tanggal 26 – 27 Mei lalu di Gedung Keuangan Negara I, Renon, Denpasar. Menguntit di belakang Eka, sebagai runner up dan juara III adalah Ida Bagus Reza Nanda Iswara (SMAN 4 Denpasar), dan I Made Suardana (SMAN 1 Payangan, Gianyar). Sementara mereka yang menghuni peringkat IV – X adalah Ida Ayu Gede Pretty Sari Pratiwi (SMAN 7 Denpasar), Karina Setyawati Pangalela (SMAN 4 Denpasar), Ni Luh Dwi Indrayani (SMAN 7 Denpasar), Ardyka (SMA Katolik Harapan Denpasar), I Putu Cahyadi Putra (SMAN 1 Payangan, Gianyar), Ni Luh Putu Kristayani (SMAN 4 Denpasar), dan Putu Wiwik Artina Dewi (SMAN 1 Payangan, Gianyar).

(lebih…)

Read Full Post »

Tim debat SMAN 6 Palembang - Juara I lomba debat

Tim debat SMAN 6 Palembang - Juara I lomba debat

SMAN 6 Palembang boleh tersenyum bangga. Tahun ini, mereka benar-benar jadi jawara sejati Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 wilayah Palembang dan sekitarnya. Dua gelar yang diperlombakan –debat dan menulis artikel– mereka sapu bersih, tanpa tersisa untuk lawan. Adalah Melly Afrissyah, sang pemenang lomba artikel, berhasil menyisihkan sembilan pesaingnya pada babak presentasi dan pengujian dewan juri. Adapun tim debat SMAN 6 Palembang, pada babak final di TVRI Sumatera Selatan, mampu mempecundangi dua lawan beratnya –SMA Plus 17 Negeri Palembang dan SMAN 15 Palembang.

OMASI 2009 wilayah Palembang diikuti oleh 33 tim debat dari 18 sekolah serta 30 artikel asal 12 SMA. Tahun lalu, OMASI 2008 di kota ini berhasil menyedot peserta debat sebanyak 38 tim dari 22 sekolah dan 28 peserta artikel dari 14 sekolah. Dibanding tahun lalu, kualitas peserta OMASI tahun ini di kota “Pempek” cenderung meningkat. Boleh jadi, karena di wilayah Palembang OMASI sudah digelar untuk kedua kalinya.

Pada saat babak penjurian artikel, Melly sebenarnya hanya berada di peringkat kedua di bawah Neneng Khairani (SMA Plus 17 Negeri). Namun pada babak presentasi dan ujian di depan dewan juri, ia mampu membalikkan sejarah. Akhirnya, ia mengirim Neneng ke posisi runner up, diikuti kemudian oleh Natasia (SMA Plus Negeri 17) sebagai juara III. Sementara urutan IV – X diduduki oleh Ririn Salfida (SMAN 3 Palembang), Vinna Ayu Rahma Lufita (SMAN 19 Palembang), Nindi Analia Rizki (SMAN 3 Palembang), Fachri Ali Ramadhan (SMA Plus 17 Negeri Palembang), Fariddy Muhammad (SMAN 1 Palembang), Bimo Rafandha (SMAN 6 Palembang), dan Dea Ayu Nurkhairani (SMAN 1 Palembang).

Kemenangan Melly, saya rasa antara lain dipengaruhi oleh passion (keinginan kuat) untuk mempersembahkan kemenangan. Semangat juangnya (fighting spirit) sangat tinggi dibanding para kandidat yang lain. Sementara Neneng, justru tampil terlalu “lembut”. Daya juangnya kurang muncul. Sehingga ia terkesan “lemah” saat menyajikan presentasi maupun berdialog dengan juri.

(lebih…)

Read Full Post »

Puspita Harapan (SMAN 11 Pekanbaru). Juara I lomba menulis artikel OMASI 2009 wilayah Pekanbaru.

Puspita Harapan (SMAN 11 Pekanbaru). Juara I lomba menulis artikel OMASI 2009 wilayah Pekanbaru.

Pekanbaru adalah kota kedelapan yang saya singgahi bersama tim dalam rangka Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009. Saya meluncur ke Pekanbaru, Kamis (14/5) siang lalu dari Surabaya. Karena mengejar pesawat ke Pekanbaru, maka saya pun tak sempat melihat sampai selesai final lomba debat wilayah Surabaya di studio TVRI Surabaya. Sekitar pukul 18.00 WIB, saya sampai di Pekanbaru dan langsung menuju Hotel Pangeran di Jalan Jend Sudirman.

Esok harinya, di gedung Pustaka (perpustakaan daerah Riau), lomba debat OMASI 2009 wilayah Pekanbaru sekitarnya pun digelar. Seperti di kota-kota lainnya, hari pertama sepenuhnya berlangsung babak penyisihan lomba debat. Empat puluh tim debat dari 25 sekolah tampil seharian penuh di gedung yang berarsitektur bak sebuah buku yang tersingkap bagian tengahnya itu. Pustaka, memang sebuah gedung yang hebat. Bahkan mungkin paling keren dan paten untuk ukuran sebuah gedung perpustakaan daerah. Di lantai satu gedung ini, siapa pun bisa mengakses wi-fi secara gratis. Nah, mantab bukan…???!!! Heheheheheehhee….

Acara OMASI 2009 wilayah Pekanbaru digelar di gedung C. Di sebuah ruang bercorak teater yang cukup megah. Woooooowwww….!!!! Saya haqul yakin, inilah tempat OMASI paling keren dibanding tujuh kota lain yang sudah saya lalui. Apalagi, ssssssssstttttttttt… uang sewanya murah loh. Hiks…!!!!!!!!!!

(lebih…)

Read Full Post »

Bunga Rizki Ananda (SMAN 1 Sidoarjo). Juara I Lomba Menulis Artikel OMASI 2009 wilayah Surabaya.

Bunga Rizki Ananda (SMAN 1 Sidoarjo). Juara I Lomba Menulis Artikel OMASI 2009 wilayah Surabaya.

Gila… manstap… heboh…. boneks..!!! Itulah kata-kata yang buat saya pas banget menggambarkan suasana keriuhan dan kehebohan Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 wilayah Surabaya, tanggal 12 – 14 Mei kemarin. Tahun lalu, event OMASI wilayah Surabaya yang digelar di kampus Universitas Airlangga, boleh dibilang “sepi-sepi” sekali. Hanya ada 22 tim debat dari 13 sekolah dan 29 peserta artikel dari 14 sekolah yang ikut OMASI tahun 2008 lalu.

Tapi tahun ini??? Bener-bener melimpah-ruah…!!!!

Tercatat OMASI 2009 di Surabaya diikuti 55 tim debat dari 36 sekolah dan 72 artikel dari 31 sekolah. Tajam banget lonjakan peserta di Surabaya kali ini. Dari sisi kualitas pun, saya lihat juga cenderung meningkat drastis. Hhhhhhhmmmmm…. Luar biasanya lagi, kehadiran suporter tim-tim lomba debat yang digelar di Gedung Keuangan Negara II, Jl. Dinoyo No. 111 Surabaya, sungguh meriuh-rendahkan suasana. Efeknya, memang, agak sedikit berisik di ruangan. Toh, sepenuhnya situasi itu bisa dikendalikan dengan baik oleh moderator maupun panitia.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »