Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Gaya Hidup’ Category

Pernahkan Anda menonton film Laskar Pelangi besutan Riri Reza dan Mira Lesmana? Tentu jawab Anda sudah. Bagaimana dengan bukunya? Sudahkah pula Anda baca? Mungkin sudah, mungkin juga belum. Lalu, mungkinkah bertemu para pemain film Laskar Pelangi, di kampung halaman mereka sendiri, Belitong? Sungguh tidak mudah, bagi kebanyakan kita. Tapi, ketika ada kesempatan berjumpa mereka di Belitong, wow…sungguh sebuah pengalaman yang mengesankan.

Dan… Itu saya alami kemarin, Rabu (29/6) sekitar pukul 20.00 wib di Tanjungpandan, Belitung. Dengan diantar General Manager Pelindo II Cabang Tanjungpandan, Muhammad Iqbal, saya dan Direktur Keuangan Pelindo II, Dian M Noer, bertandang ke rumah keluarga Yogi, sang pemeran Kucai dalam film Laskar Pelangi, Malam itu, tidak semua pemain Laskar Pelangi yang berjumlah 12 orang hadir di kediaman orang tua Kucai. Hanya tiga orang yang bisa saya jumpai –Yogi, Dewi, dan Suhendri.

Dewi adalah pemeran Sahara, sedangkan Suhendri berperan sebagai A Kiong. Mereka ditemani orang tua masing-masing. Dua pemeran lain, Aling dan Flo, hanya diwakili orang tua mereka. Total ada 3 pemeran utama dan 5 orang tua yang hadir malam itu.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Era digital mudik lebaran

Perjalanan mudik lebaran saya kali ini mengingatkan hal serupa pada tahun 2004 lalu, harus ditempuh lebih dari 24 jam. Tepatnya 26 jam…!!! Memang dibanding tahun 2004 yang selama 30 jam, masih lebih mendingan tahun ini. Tapi, tetap saja melelahkan. Saya sempat memposting status semacam ini di wall Fesbuk saya tak lama begitu sampai Wonosari, Gunungkidul, kampung halaman saya.

Jika tahun 2004 saya menyisir Pantura Jawa Barat dan mengalamai kemacetan panjang sejak Pamanukan hingga Cirebon, tahun ini kemacetan parah saya alami sepanjang perjalanan di jalan tol Cikampek (Jkt – Cikampek = 4 jam), plus ruas Cileunyi – Nagrek yang harus saya tempuh selama 6 jam. Woowwwwww….!!! Benar-benar melelahkan. Saya sengaja memilih ruas selatan mengingat prediksi banyak orang dan keyakinan saya bahwa pemudik lewat Pantura akan lebih membludak tahun ini dibanding yang melalui jalur selatan Jawa.

Nyatanya??? Salah besar dugaan saya. Hahahahahahahahaha… Saya pun tertawa nyengir mendapati kenyataan ini. Apa boleh buat, meski berjalan merayap-rayap, saya pun harus lakoni dengan sabar dan hati tabah. Apalagi waktu itu masih bulan Ramadan. Jadi, kata pak ustadz, tidak boleh marah, jengkel, apalagi memaki-maki situasi atau pengguna jalan sesama pemudik lainnya. Bisa-bisa pahala puasa jadi hilang dan cuma dapat haus dan lapar. Alamaaaaaaaaaakk…!!! Jangan sampai donk. Astagfirullah..!!!

(lebih…)

Read Full Post »

Pagi ini, (16/6), selagi menyantap sarapan soto mie, saya menerima push chat dari seorang kawan, yang mengabarkan kalau Indonesia masuk ranking delapan atau Top 10, dalam hal pengguna Facebook. Woooooooowwwww…..!!! Menarik banget berita ini. Memang sudah diperkirakan banyak orang, kalau Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan pengguna Facebook paling pesat di Asia Pasifik. Dengan penetrasi pengguna internet yang telah mencapai 35 juta (April, 2009), logikanya pengguna Facebook pun akan cepat terkerek.

Dalam statistik yang juga bisa diakses melalui http://www.checkfacebook.com/ ini, disebutkan bahwa per 15 Juni 2009 –jadi data ini bener-bener masih sangat gress– jumlah pengguna Facebook Indonesia mencapai 5.640.060 orang. Posisi pertama diduduki oleh Amerika Serikat dengan 64 juta pengguna. Berikutnya adalah United Kingdom (17,671 juta), Kanada (11,274 juta), Turki (10,375 juta), Perancis (10,038 juta), Italia (9,675 juta), Australia (5,646 juta). Posisi Indonesia masih lebih baik dibanding Spanyol (5,283 juta) dan Kolombia (5,016 juta).

Adapun dalam satu pekan terakhir, Pakistan mencatatkan pertumbuhan jumlah penguna baru Facebook paling tinggi (prosentase) mencapai 3,65 persen atau setara dengan 24.800 pengguna. Menyusul kemudian adalah Kenya (3,64%), Siprus (3,24%), Swedia (3,23%), Thailand (3,22%), Denmark dan Jamaika (2,82%), Meksiko (2,42%), serta Portugal dan Taiwan dengan masing-masing 2,41%.

(lebih…)

Read Full Post »

Belakangan ini, saya sangat intensif mengamati “kesibukan” kawan-kawan saya yang sudah menjadi jaringan “pertemanan” dalam situs jaringan sosial Facebook yang saya ikuti. Sesungguhnya, saya sendiri tidak terlalu agresif menambah jaringan teman. Atau, mungkin karena saya masih malas melakukan, dan lebih senang menjadi “pengamat kesibukan” teman-teman saya saja. Hehehehehee…

Ada yang menarik dari apa yang terjadi pada “kesibukan” teman-teman saya di Facebook itu. Nyaris saban hari, ada “change” di sana. Mulai dari mengganti status, misalnya dikabarkan sedang “otw menuju kantor tapi mengalami kemacetan di jalan”, hingga status tentang “suasana hati yang sedang galau ditinggal pacar baru saja”. Ada juga yang memiliki status lebih serius, sepertiĀ  membuat pertanyaan retoris tentang bagaimana situasi bisnis dan pemasaran 2009, lebih gawat atau aman?.

Tak berhenti soal “change their status”. Kawan-kawan saya itu juga kerap membuat “note”. Dari mulai hal-hal ringan soal kejadian usai bangun tidur dengan cerita mimpi (buruk atau manis) semalam, sampai “note” tentang persoalan-persoalan kebangsaan. Tampilan foto juga kadang berubah. Bahkan, foto-foto keren terbaru kawan-kawan saya ini, tak alpa juga acap diposting. Gejala narsiskah??? Saya tidak tahu pasti….!!! Atau karena saya juga mulai terkena sindroma serupa. Hahahahahahaa…..

(lebih…)

Read Full Post »