Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2010

Selama satu bulan seminggu, 1 Juli – 5 Agustus 2010, saya dan tim menjelajah empat kota –Makassar, Palembang, Semarang, dan Bandung– berjumpa sejumlah akademisi jurnalisme dan komunikasi, serta praktisi media lokal (cetak, elektronik, dan online). Misi utamanya lumayan berat: menggagas pedoman magang di media bagi mahasiswa jurnalistik di seluruh negeri ini.

Hhhhhhhhmmmm…. Unesco Jakarta, berbaik hati mendukung program kantor saya, Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat ini. Ada visi yang sama antara kantor saya dengan Unesco Jakarta. Ingin mendorong sebanyak mungkin kader-kader jurnalis di media yang lebih berkualitas dari waktu ke waktu, yang berasal dari pendidikan jurnalisme di perguruan tinggi. Kebetulan, pada 2007, Unesco meluncurkan sebuah buku tentang pedoman penyusunan kurikulum jurnalisme. Dari buku inilah, workshop penyusunan pedoman magang bagi mahasiswa jurnalistik saya kemas dengan dukungan Unesco Jakarta.

Yang paling mendasar ketika menyebut kata “magang” dalam konteks pendidikan jurnalisme, adalah sebuah proses “berlatih bekerja” sebagai jurnalis –di media cetak, elektronik, dan online– selama kurun waktu tertentu. Magang di sini juga berbeda dan sama sekali tidak menyerupai kegiatan kuliah kerja lapangan (KKL), atau bahkan studi banding, yang acapkali juga diselenggarakan mahasiswa berbagai perguruan tinggi.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »