Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2009

Eka Puri Wulandari (SMAN 1 Denpasar). Juara I Lomba Menulis Artikel OMASI 2009 Wil. Bali

Eka Puri Wulandari (SMAN 1 Denpasar). Juara I Lomba Menulis Artikel OMASI 2009 Wil. Bali

Road show OMASI 2009 berakhir sudah. Sepuluh finalis yang akan tampil pada grand final di Jakarta, akhir Juni mendatang, telah terpilih semua. Pada putaran akhir di Bali kemarin, Eka Putri Wulandari, siswi SMAN 1 Denpasar, berhasil merebut juara I lomba menulis artikel tentang APBN Tk SMA se-Indonesia 2009 wilayah Bali. Alhasil, tiket menuju grand final nasional di Jakarta pun ia kantongi, setelah menyisihkan sembilan finalis lainnya pada babak presentasi di depan juri.

Tanda-tanda kemenangan Eka, begitu ia karib disapa, sudah terlihat sejak babak penilaian artikel. Ia, unggul jauh di atas lawan-lawannya. Total terdapat 37 orang peserta lomba menulis artikel dari 17 SMA se-Bali yang mengikuti Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 kali ini.

OMASI 2009 di Bali, dilaksanakan tanggal 26 – 27 Mei lalu di Gedung Keuangan Negara I, Renon, Denpasar. Menguntit di belakang Eka, sebagai runner up dan juara III adalah Ida Bagus Reza Nanda Iswara (SMAN 4 Denpasar), dan I Made Suardana (SMAN 1 Payangan, Gianyar). Sementara mereka yang menghuni peringkat IV – X adalah Ida Ayu Gede Pretty Sari Pratiwi (SMAN 7 Denpasar), Karina Setyawati Pangalela (SMAN 4 Denpasar), Ni Luh Dwi Indrayani (SMAN 7 Denpasar), Ardyka (SMA Katolik Harapan Denpasar), I Putu Cahyadi Putra (SMAN 1 Payangan, Gianyar), Ni Luh Putu Kristayani (SMAN 4 Denpasar), dan Putu Wiwik Artina Dewi (SMAN 1 Payangan, Gianyar).

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Banyak dari kita –terutama Anda, para PR Officer—kerap bepergian ke luar kota, umumnya karena urusan dinas, kepentingan kantor. Namun, rupanya ada satu yang kerap terlewatkan seusai Anda bepergian itu. Apakah gerangan? Menulis. Ya, menulis…!!!!!!

Ketika Anda tengah dan dalam suasana ”menjalankan tugas kantor”, sebenarnya banyak hal yang Anda lihat, dengar, dan obrolkan dengan orang-orang yang Anda jumpai di tempat-tempat tersebut. Mulai dari lingkungan bersih sebuah kota, keindahan obyek wisata, kelezatan makanan khas suatu daerah, hingga munculnya ide dan pemikiran seorang kolega saat Anda berdiskusi tentang suat hal.

Nyaris semua momen itu terlewatkan begitu saja, dan tidak memiliki jejak dokumentatif, karena tidak Anda tulis. Gambar-gambar mungkin Anda abadikan, tapi tidak dengan tulisan. Ini terjadi, umumnya karena Anda beranggapan ”tidak bisa menulis” atau  ”terlalu sibuk”, sehingga nyaris tidak bisa menuliskan hal-hal menarik yang terlewatkan saat bertugas ke luar kota tersebut. Padahal, hasil coretan tangan Anda bisa bermanfaat untuk banyak hal. Bisa untuk mengkontribusi majalah internal di kantor, mengisi web kantor, di-posting di blog pribadi, hingga dikirim ke media komersial. Jadi, mengapa tidak Anda menulis?

(lebih…)

Read Full Post »

Kompas e-paper. Salah satu varian digital koran di Indonesia.

Kompas e-paper. Salah satu varian digital koran di Indonesia.

Beberapa minggu belakangan ini, saya berdiskusi tajam dengan sejumlah orang mengenai masa depan koran. Seberapa cepat koran akan dilibas oleh media online? Mungkinkah koran (versi cetak) akan ditikam oleh versi onlinenya sendiri? Mengapa pula koran-koran di Amerika Serikat kini semakin banyak yang tumbang dan bermigrasi ke versi online? Sanggupkah koran-koran di Indonesia melawan keniscayaan zaman itu? Bagaimana harus bertahan atau berinovasi agar tidak cepat mati dibunuh media online?

Itulah setumpuk pertanyaan yang menggayut di benak para pemilik dan pengelola koran harian di Indonesia saat ini. Bangkrutnya koran-koran di AS, tak pelak kian menambah kecemasan industri media cetak di tanah air, bahwa life time koran cetak akan lebih cepat meredup, dibandingkan estimasi beberapa tahun sebelumnya. Hhhhhhmmmmm…. Mencemaskan sekaligus menantang, memang….!!!

Statistik pengguna internet di Indonesia, adalah biang dari awal kecemasan itu. Seorang kawan saya, mengestimasikan kini (per April 2009) ada 35 juta pengguna internet aktif di Indonesia. Dan, angka itu akan bertumbuh ganda menjadi 70 juta pada tahun 2011. Loh, cepat sekali???? Saya gundah juga melihat proyeksi itu. Benarkah begitu? Tapi, tunggu dulu, siapakah orang yang 35 juta atau 70 juta itu? Apakah mereka sama sekali tidak membaca koran atau tabloid dan majalah?

(lebih…)

Read Full Post »

Vorarlberger Nachrichten. Koran lokal ternama di Austria.

Vorarlberger Nachrichten. Koran lokal ternama di Austria.

Teramat jarang saya bertandang ke sebuah daerah kabupaten untuk berbicara urusan media. Nah, ini baru cerita ketika atas jasa baik seorang kawan yang bekerja di bagian humas Pemkab Kuningan, Tatiek Ratna Mustika, saya diundang untuk berbicara tentang profesionalisme media dan krisis konten. Minggu (10/5) pagi itu, saya berada di depan sekitar 90-an pekerja pers yang sehari-hari biasa meliput di lingkungan Pemkab Kuningan.

Awalnya, sekitar sebulan sebelumnya, Tatiek dan saya saling berkirim pesan via Facebook, mendiskusikan kemungkinan membuat sebuah workshop atau seminar sehari tentang media di Kuningan. Saya pun lalu memberi usulan tema “Profesionalisme media dan krisis konten.” Eh… tak tahunya ia bawa tema itu ke bosnya langsung, Yudi Nugraha, Kabag Humas Pemkab Kuningan, dan langsung disetujui. Jadilah saya hadir ke Kuningan tanggal 10 Mei itu.

Hhhhhhhhmmmm…. Saya baru sampai Kuningan lk pk. 01.00 WIB hari Minggu (10/5) dini hari, setelah menempuh perjalanan berkendara mobil dari Jakarta selama lk 4 jam. Sebelumnya, Sabtu (9/5) pk. 19.30 WIB, saya baru saja sampai rumah setelah mendarat dari Manado, menyelesaikan program Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 wilayah Manado.

Kadung sudah janji, maka meskipun badan masih terasa lelah, Sabtu (9/5) malam itu saya berangkat ke Kuningan dengan penuh semangat. Hehehehehehee….

(lebih…)

Read Full Post »

Tim debat SMAN 6 Palembang - Juara I lomba debat

Tim debat SMAN 6 Palembang - Juara I lomba debat

SMAN 6 Palembang boleh tersenyum bangga. Tahun ini, mereka benar-benar jadi jawara sejati Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 wilayah Palembang dan sekitarnya. Dua gelar yang diperlombakan –debat dan menulis artikel– mereka sapu bersih, tanpa tersisa untuk lawan. Adalah Melly Afrissyah, sang pemenang lomba artikel, berhasil menyisihkan sembilan pesaingnya pada babak presentasi dan pengujian dewan juri. Adapun tim debat SMAN 6 Palembang, pada babak final di TVRI Sumatera Selatan, mampu mempecundangi dua lawan beratnya –SMA Plus 17 Negeri Palembang dan SMAN 15 Palembang.

OMASI 2009 wilayah Palembang diikuti oleh 33 tim debat dari 18 sekolah serta 30 artikel asal 12 SMA. Tahun lalu, OMASI 2008 di kota ini berhasil menyedot peserta debat sebanyak 38 tim dari 22 sekolah dan 28 peserta artikel dari 14 sekolah. Dibanding tahun lalu, kualitas peserta OMASI tahun ini di kota “Pempek” cenderung meningkat. Boleh jadi, karena di wilayah Palembang OMASI sudah digelar untuk kedua kalinya.

Pada saat babak penjurian artikel, Melly sebenarnya hanya berada di peringkat kedua di bawah Neneng Khairani (SMA Plus 17 Negeri). Namun pada babak presentasi dan ujian di depan dewan juri, ia mampu membalikkan sejarah. Akhirnya, ia mengirim Neneng ke posisi runner up, diikuti kemudian oleh Natasia (SMA Plus Negeri 17) sebagai juara III. Sementara urutan IV – X diduduki oleh Ririn Salfida (SMAN 3 Palembang), Vinna Ayu Rahma Lufita (SMAN 19 Palembang), Nindi Analia Rizki (SMAN 3 Palembang), Fachri Ali Ramadhan (SMA Plus 17 Negeri Palembang), Fariddy Muhammad (SMAN 1 Palembang), Bimo Rafandha (SMAN 6 Palembang), dan Dea Ayu Nurkhairani (SMAN 1 Palembang).

Kemenangan Melly, saya rasa antara lain dipengaruhi oleh passion (keinginan kuat) untuk mempersembahkan kemenangan. Semangat juangnya (fighting spirit) sangat tinggi dibanding para kandidat yang lain. Sementara Neneng, justru tampil terlalu “lembut”. Daya juangnya kurang muncul. Sehingga ia terkesan “lemah” saat menyajikan presentasi maupun berdialog dengan juri.

(lebih…)

Read Full Post »

Puspita Harapan (SMAN 11 Pekanbaru). Juara I lomba menulis artikel OMASI 2009 wilayah Pekanbaru.

Puspita Harapan (SMAN 11 Pekanbaru). Juara I lomba menulis artikel OMASI 2009 wilayah Pekanbaru.

Pekanbaru adalah kota kedelapan yang saya singgahi bersama tim dalam rangka Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009. Saya meluncur ke Pekanbaru, Kamis (14/5) siang lalu dari Surabaya. Karena mengejar pesawat ke Pekanbaru, maka saya pun tak sempat melihat sampai selesai final lomba debat wilayah Surabaya di studio TVRI Surabaya. Sekitar pukul 18.00 WIB, saya sampai di Pekanbaru dan langsung menuju Hotel Pangeran di Jalan Jend Sudirman.

Esok harinya, di gedung Pustaka (perpustakaan daerah Riau), lomba debat OMASI 2009 wilayah Pekanbaru sekitarnya pun digelar. Seperti di kota-kota lainnya, hari pertama sepenuhnya berlangsung babak penyisihan lomba debat. Empat puluh tim debat dari 25 sekolah tampil seharian penuh di gedung yang berarsitektur bak sebuah buku yang tersingkap bagian tengahnya itu. Pustaka, memang sebuah gedung yang hebat. Bahkan mungkin paling keren dan paten untuk ukuran sebuah gedung perpustakaan daerah. Di lantai satu gedung ini, siapa pun bisa mengakses wi-fi secara gratis. Nah, mantab bukan…???!!! Heheheheheehhee….

Acara OMASI 2009 wilayah Pekanbaru digelar di gedung C. Di sebuah ruang bercorak teater yang cukup megah. Woooooowwww….!!!! Saya haqul yakin, inilah tempat OMASI paling keren dibanding tujuh kota lain yang sudah saya lalui. Apalagi, ssssssssstttttttttt… uang sewanya murah loh. Hiks…!!!!!!!!!!

(lebih…)

Read Full Post »

Bunga Rizki Ananda (SMAN 1 Sidoarjo). Juara I Lomba Menulis Artikel OMASI 2009 wilayah Surabaya.

Bunga Rizki Ananda (SMAN 1 Sidoarjo). Juara I Lomba Menulis Artikel OMASI 2009 wilayah Surabaya.

Gila… manstap… heboh…. boneks..!!! Itulah kata-kata yang buat saya pas banget menggambarkan suasana keriuhan dan kehebohan Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 wilayah Surabaya, tanggal 12 – 14 Mei kemarin. Tahun lalu, event OMASI wilayah Surabaya yang digelar di kampus Universitas Airlangga, boleh dibilang “sepi-sepi” sekali. Hanya ada 22 tim debat dari 13 sekolah dan 29 peserta artikel dari 14 sekolah yang ikut OMASI tahun 2008 lalu.

Tapi tahun ini??? Bener-bener melimpah-ruah…!!!!

Tercatat OMASI 2009 di Surabaya diikuti 55 tim debat dari 36 sekolah dan 72 artikel dari 31 sekolah. Tajam banget lonjakan peserta di Surabaya kali ini. Dari sisi kualitas pun, saya lihat juga cenderung meningkat drastis. Hhhhhhhmmmmm…. Luar biasanya lagi, kehadiran suporter tim-tim lomba debat yang digelar di Gedung Keuangan Negara II, Jl. Dinoyo No. 111 Surabaya, sungguh meriuh-rendahkan suasana. Efeknya, memang, agak sedikit berisik di ruangan. Toh, sepenuhnya situasi itu bisa dikendalikan dengan baik oleh moderator maupun panitia.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »