Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2009

SMAN 1 Teladan Jogja, kali ini menjadi kampiun debat wilayah DIY

SMAN 1 Teladan Jogja, kali ini menjadi kampiun debat wilayah DIY

Setiap pertandingan, selalu menghasilkan pemenang dan pecundang. Tapi dalam banyak kompetisi, menang atau kalah bukanlah segalanya. Pun yang terjadi pada Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 ini. Siapa pun pemenang atau pecundang, mereka adalah anak-anak bangsa terbaik di negeri ini, yang kelak akan menjadi pemimpin masa depan.

Final lomba debat OMASI wilayah DIY di TVRI Stasiun Jogjakarta, Minggu siang (26/4) kemarin membuktikan ungkapan di atas. Suasana “panas” yang sebelumnya sempat saya rekam sebelum pertandingan, sontak lumer sudah usai final berlangsung. Betapa tidak panas, jika para jagoan dari daerah masing-masing harus “berantem” di tingkat paling krusial: FINAL…!!! Dan, final lomba debat APBN di Jogja kemarin menghadirkan tiga tim yang sama-sama tangguh, setelah melewati babak penyisihan dan semifinal yang cukup melelahkan. Ketiganya adalah SMAN 1 Teladan Jogjakarta, SMA Budi Mulia 2 Jogjakarta, dan SMA Taruna Nusantara Magelang.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Hidayu Permata Hardi (SMAN 6 Jogja), kembali wakili DIY ke grand final.

Hidayu Permata Hardi (SMAN 6 Jogja), kembali wakili DIY ke grand final.

Usai sudah gelaran lomba menulis artikel Olimpiade Membaca APBN Tk SMA 2009 wilayah Jogjakarta dan sekitarnya. Tujuh puluh tiga peserta dari 36 SMA ikut ambil bagian dalam acara ini. Sejumlah muka lawas turut serta di dalamnya. Tahun ini, memang jumlah peserta lomba artikel di Jogjakarta jauh meningkat pesat dibanding tahun 2008 yang tercatat hanya 42 peserta. Terjadi lonjakan peserta sebanyak 74 persen. Wooooooooowwwwwwwww…. Luar biasa.

Yang lebih menggembirakan saya, secara kualitas, para peserta lomba artikel kali ini di Jogja ternyata jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Sebaran tema pun makin merata. Meskipun, tak bisa dipungkiri, tema mengenai anggaran pendidikan dan subsidi BBM masih menjadi tema favorit mereka. Namun kali ini, ada pula semifinalis yang mencoba mengajukan gagasan mengenai ekonomi kreatif sebagai salah satu solusi untuk menambah pendapatan negara. Pula dengan ide mendorong sektor pajak agar lebih giat ditingkatkan lagi penerimaannya, lewat berbagai macam strategi.

Tatkala dilakukan uji materi di depan juri, kekuatan para peserta relatif merata. Dari 10 besar nominator artikel yang mendapat hak untuk melakukan presentasi, sekitar 70 persen mampu menyampaikan gagasan utama dan menjawab pertanyaan dengan baik. Bahkan, ada tiga semifinalis yang tampil bernas, mengunci jawaban akhir dari dewan juri pada saat yang pas dengan jawaban yang tepat pula. Sungguh, mereka memang menjanjikan prestasi yang lebih tinggi.

(lebih…)

Read Full Post »

Penampilan band MUDAers KOMPAS. Memukau peserta OMASI 2009 wilayah Jabodetabek.

Penampilan band MUDAers KOMPAS. Memukau peserta OMASI 2009 wilayah Jabodetabek.

Olimpiade Membaca APBN tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 wilayah Jabodetabek yang berlangsung Selasa – Rabu (21 -22/4) di Jakarta, mendapat hiburan menarik dari kehadiran tim MUDAers KOMPAS. Kawan-kawan ini merupakan penggiat, pengelola, dan aktivis dari rubrik MUDA Kompas yang terbit setiap hari Jumat. Mereka hadir demi memeriahkan OMASI 2009. Adalah kebetulan, Harian KOMPAS juga menjadi salah satu media partner OMASI 2009.

Banjir hadiah alias merchandize pun tak bisa dihindarkan. Sejak hari pertama OMASI berlangsung, teman-teman MUDAers KOMPAS sudah bikin heboh di arena lomba, yang berlansung di Grha Tirtadi, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat. Ada-ada saja games dan quiz yang mereka tebar ke kawan-kawan peserta OMASI.

Voucher menonton di XXI, adalah hadiah yang paling ngebet hendak disabet teman-teman SMA se-Jabodetabek ini. Apalagi, ppppppsssssssssttttttttttttt… vouchernya ada dua biji loh. So, bisa dipake buat nonton bareng temen atau pacar. Wooooooooooooiiiiiiiiwwwwwwwww… So sweeetttttttttt….!!!!!!!!!!!!!!

(lebih…)

Read Full Post »

SMAN 54 Jakarta, kampiun debat OMASI 2009 wilayah Jabodetabek

SMAN 54 Jakarta, kampiun debat OMASI 2009 wilayah Jabodetabek

Idem dito. Itulah ungkapan pas menggambarkan suasana peraih juara lomba artikel dan lomba debat pada Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 wilayah Jabodetabek. Jika pada lomba menulis artikel lahir jawara baru dari SMAN 1 Depok atas nama Dyah Purnamasari, maka pada lomba debat pun juga melahirkan kampiun anyar: tim debat SMAN 54 Jakarta.

Perjuangan tim SMAN 54 Jakarta pada babak semifinal dan final wilayah Jabodetabek yang berlangsung sepanjang siang hingga petang kemarin, Rabu (23/4), sungguh dramatis. Pada babak semifinal sebelumnya yang berlangsung di Grha Tirtadi, Jl Raden Saleh Jakarta Pusat, SMAN 54 Jakarta “cuma” menduduki peringkat 3. Tapi, sejarah kemudian berubah…!!! Saya sendiri sudah mengingatkan mereka sebelum berangkat ke TVRI untuk menjalani babak final lomba debat ini. “Ingat, bro…!!! Jangan terlena dengan hasil semifinal ini. Sejarah mungkin akan berubah saat babak final,” kata saya kepada mereka.

(lebih…)

Read Full Post »

Para juara lomba menulis artikel OMASI 2009 wil Jabodetabek. Dyah, Anas, dan Dito (depan), adalah juara I - III.

Para juara lomba menulis artikel OMASI 2009 wil Jabodetabek. Dyah, Anas, dan Dito (depan), adalah juara I - III.

Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 wilayah Jabodetabek berakhir sudah, Rabu (22/4) malam lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Jawara baru berhasil diperoleh. Pada kategori lomba menulis artikel, seorang pendatang baru, Dyah Purnamasari dari SMAN 1 Depok, berhasil menyisihkan dua muka lawas yang tahun lalu mengikuti lomba serupa –Anastasia Olivia Wongso (SMAK 3 Penabur Jakarta) dan Dito Wijanarko (SMAN 28 Jakarta). Anas, bahkan tahun 2008 menjadi wakil Jakarta pada grand final nasional, alias juara bertahan.

Vini, vidi, vici. Selalu ada kejutan-kejutan baru. Itulah yang berlangsung setiap kali penyelenggaraan OMASI. Dyah Purnamasari adalah pendatang anyar, sekaligus kini penyandang kampiun wilayah Jabodetabek. Baru pada tahun ini, OMASI memang dibuka tak hanya bagi pelajar di Jakarta, melainkan melebar ke daerah-daerah sekitar. Tercatat 21 sekolah di Jakarta, ditambah tiga sekolah dari Bogor, tiga SMA dari Depok, dan satu SMA dari Bekasi, mengikuti OMASI 2009 wilayah Jabodetabek. Tak kurang, 65 penulis artikel mengikuti lomba ini.

Hhhhhhhhhmmmm…. Apa ya, yang membikin Dyah menjadi jawara tahun ini??? Secara umum, sejak penyisihan karya artikel, skor Dyah memang sudah berada di atas Anas dan Dito. Selisih nilai mereka amat tipis. Dyah meraih skor 61,46, lalu Anas (61,18), dan Dito (60,9) pada penjurian artikel. Nah, ketika diadakan babak dialog dengan dewan juri, skor mereka pun saling kejar-mengejar. Hingga akhirnya, skor total ketiganya menjadi 87,08 (Dyah), 86,77 (Anas), dan 84,66 (Dito).

(lebih…)

Read Full Post »

omasi-backdropMungkin Anda masih ingat dengan ingar bingar kampanye para calon anggota legislatif di seluruh pelosok negeri ini, menjelang Pemilu Legislatif, 9 April lalu. Jika kritis memperhatikan, ada banyak dari mereka –para caleg—itu mengumbar pelbagai janji yang bersifat menggunakan anggaran. Misalnya, berjanji hendak membangun masjid, membangun sekolah, membangun jalan, membangun rumah sakit, dan masih banyak yang lain. Pendek kata, mereka menabur janji membangun. Sayangnya, dari mana asal-muasal dana yang akan mereka gunakan jika kelak terpilih untuk membangun semua itu, tak ada orang yang tahu.

Membangun berarti mengeluarkan biaya. Atau sama dengan belanja. Dalam konteks kenegaraan, muara dari semua aktivitas belanja ini sudah dirancang dalam sebuah instrumen yang dikenal dengan nama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Membangun apa saja, tak bisa begitu saja dilakukan. Jika tidak ada dalam perencanaan APBN, tentu harus ditunda tahun depan, atau dicarikan dari dana non APBN.

Dari mana sejatinya anggaran dalam APBN berasal? Bagaimana pula APBN disusun? Lalu, siapa yang harus mengawasinya agar tidak terjadi kebocoran? Mungkin hanya sebagian saja dari kita yang paham betul apa itu APBN. Bahkan, harus diakui, di kalangan anggota DPR RI hingga DPRD, tak semua mereka memahami APBN/APBD. Apalagi masyarakat awam.

(lebih…)

Read Full Post »

Banjarmasin menembus target

Banjarmasin punya sejarah cukup bagus dalam perhelatan Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI). Meski baru kali kedua akan terselenggara di “kota seribu sungai” itu, tapi hasrat berkompetisi di ajang level nasional sungguh menakjubkan. Tahun lalu, ketika pertama kali acara ini mampir di Banjarmasin, tercatat tampil 40 tim debat dari 26 sekolah setingkat SMA di Banjarmasin dan sekitarnya. Diantara mereka, ada yang datang dari Banjarbaru dan Martapura.

Dan tahun ini, ketika pendaftaran lomba debat sudah ditutup pada Jumat (17/4) kemarin, jumlah partisipan meningkat menjadi 29 sekolah alias tumbuh 11,5 persen. Sementara secara tim berkembang dari 40 menjadi 45 tim, alias melonjak sebesar 12,5 persen. Apapun, setiap pertumbuhan saya hargai dengan baik. Ini mengindikasikan tren partispasi dalam event OMASI sudah berada di jalan yang benar. Saya yakin, pada tahun depan partisipan dari Banjarmasin akan terus bertambah.

Dan inilah 16 nama sekolah di Banjarmasin dan sekitarnya yang akhirnya bisa mengirimkan 2 tim debat mereka pada pelaksanaan event tanggal 4 – 5 Mei mendatang: 1). SMAN 1 Banjarmasin; 2). SMAN 3 Banjarmasin; 3). SMAN 4 Banjarmasin; 4). SMAN 6 Banjarmasin; 5). SMAN 7 Banjarmasin; 6). SMAN 8 Banjarmasin; 7). SMAN 12 Banjarmasin; 8). SMA PGRI 6 Banjarmasin; 9). SMK Nahdlatul Ulama Banjarmasin; 10). SMAN 2 Tanjung; 11). SMAN 1 Banjarbaru; 12). SMA Kartika V-3 Banjarmasin; 13). SMA Frater Don Bosco Banjarmasin; 14). SMA Muhammadiyah 2 Banjarmasin; 15). SMAN 2 Banjarmasin; dan 16). SMAN 3 Banjarbaru.

Sementara 13 sekolah harus puas dengan mengirim satu tim debat, yakni: SMAN 5 Banjarmasin, SMAN 11 Banjarmasin, MAN 1 Banjarmasin, SMAN 2 Banjarbaru, SMA PGRI 2 Banjarbaru, MA Al Falah Putra Banjarbaru, SMAN 1 Martapura, SMA Muhammadiyah Martapura, SMK Swadaya Banjarmasin, SMKN 1 Kotabaru, SMAN 1 Mandastana, SMA Kristen Kanaan Banjarmasin, dan SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin.***

Read Full Post »

Older Posts »