Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2009

Tahun lalu, pada ajang Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia 2008, tim dari Makassar menyapu bersih gelar juara nasional lomba debat (tim SMAN 5 Makassar) maupun lomba menulis artikel (Mutiara Hapsari dari SMAN 1 Makassar).  Vini, vidi, vici. Datang, bertanding, dan menang. Itulah penampilan heroik anak-anak Makassar. Beban berat pun kini mereka sandang. Mempertaruhkan agar mahkota juara umum nasional tidak jatuh ke tangan tim dari propinsi lain.

Sadar akan beratnya tantangan tersebut, pada technical meeting program ini tanggal 24 Maret 2009 di Graha Pena Fajar Makassar, kawan-kawan panitia lokal mendatangkan para juara tersebut untuk memberikan testimoni. Saya sungguh surprised. Karena agenda testimoni itu tidak pernah saya berikan di tiga kota sebelumnya yang sudah memperoleh pembekalan teknis lomba: Jakarta, Jogja, dan Bandung. Khusus Bandung memang baru pertama kali  jadi tak mungkin ada testimoni.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Sabtu pagi (21/3), saya bersama kawan dari kantor sudah berada di kantor Pikiran Rakyat, Jl Asia Afrika, Bandung. Adalah Windu, kawan dari Pikiran Rakyat yang lalu saya temui. Ia adalah “komandan” event Olmpiade Membaca APBN Tk SMA untuk wilayah Bandung dari unsur media lokal. Keramahan Windu dan stafnya luar biasa. Sudah cukup lama saya mengenalnya dan beberapa kali bekerjasama dalam event-event SPS.

Tahun ini, putaran olimpiade membaca apbn masuk kota Bandung. Pikiran Rakyat (PR) pun kami gandeng menjadi partner media lokal. Bahkan kepanitiaan lokal diserahkan pula kepada tim marketing communications PR, di mana Windu menjabat sebagai manajernya.

(lebih…)

Read Full Post »

Jumat (20/3) pagi, saya masih berada di Jogja, usai menyampaikan technical meeting bagi para calon peserta Olimpiade Membaca APBN Tk SMA 2009 wilayah DIY di kampus UPN Veteran Jogja, Kamis (19/3). Pagi itu, saya ada janji bertemu Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov DIY, Tavip Agus Rayanto, di kompleks Kepatihan, Jl. Malioboro, untuk menyampaikan informasi mengenai program ini.

Sungguh tak terduga, respons dari Tavip sangat menggembirakan. Dan, ini yang penting, konkret sekali. Saya mengawali pertemuan dengan bercerita bahwa Olimpiade Membaca APBN sudah terselenggara sejak 2007. Tahun ini merupakan yang ketiga kalinya. Namun, baru kali ini kami “sowan” pemerintah propinsi DIY, untuk mengabarkan rencana event di Jogja tanggal 24 – 25 April mendatang. Tavip –yang ditemani beberapa pejabat di lingkungan pemprov dan Dinas Pendidikan DIY– cukup terkejut mendengar penjelasan saya. “Wah… sudah dua kali berjalan, kami kok tidak tahu yaaaaaaa…” begitu ia berkomentar. Saya pun berdalih. “Ibarat orang belajar, setelah cukup paham maka kami pun baru berani menyampaikan informasi ini lebih luas.”

(lebih…)

Read Full Post »

Krisis finansial rupanya mulai terasa betul menyengat industri media. Secara mencolok, halaman-halaman koran, majalah, dan tabloid kini mulai rada mengering kolam iklannya. Konon, survei Nielsen terakhir memperlihatkan, terjadi penurunan volume iklan pada hampir seluruh penerbit koran di Indonesia, dalam kisaran 10 – 25 persen. Adalah Octo Lampito, Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat (KR) yang menyampaikan informasi ini kepada saya, saat kami bertemu di kantor redaksi KR, Jl. Pangeran Mangkubumi, Jogjakarta, (19/3).

“Untunglah ada iklan-iklan pemilu,” cetus Octo seraya menarik nafas lega. Seperti juga telah saya prediksi pada awal tahun, efek krisis global lambat-laun pasti akan menggerus pendapatan iklan industri media cetak di tanah air. Banyak perusahaan akan mengurangi belanja iklan mereka di media. Guntur Siboro, Direktur Pemasaran Indosat, pernah mengatakan kepada saya, jika industri telekomunikasi seluler juga mulai ikut merasakan dampak krisis. Pernyataan itu ia keluarkan pada medio Januari silam. Kini, dua bulan sesudahnya, saya yakin betul, krisis benar-benar sudah melukai banyak sektor industri, termasuk industri media.

(lebih…)

Read Full Post »

Mengekor kesuksesan technical meeting di Jakarta (lihat postingan saya di bawah: Dan kompetisi pun dimulai), acara serupa yang digelar kantor saya bersama Departemen Keuangan di Jogjakarta (19/3) di kampus UPN Veteran, berlangsung meriah. Tercatat perwakilan dari 52 SMA di seluruh Daerah Istimewa Jogjakarta, menghadiri acara ini. Sejak pertama kali Olimpiade Membaca APBN berlangsung pada 2007, jumlah peserta technical meeting maupun peserta lomba di Jogja selalu menjadi yang terbesar. Saya pun berharap, pada saat lomba di Jogja tanggal 24 – 25 April mendatang, capaian positif ini bisa bertahan.

Salah satu kawan panitia lokal di Jogja bahkan harap-harap cemas, jangan-jangan kelak jumlah peserta di Jogja akan lebih dari 60 tim untuk lomba debat. Saya memang membatasi agar jumlah peserta lomba debat APBN tidak lebih dari 40 tim di sembilan kota lainya. Hanya saja, khusus di Jogja, merujuk pengalaman taun 2008 yang diikuti oleh 59 tim, saya memutuskan untuk di Jogja batas maksimal jumlah peserta lomba debat adalah 60 tim. Karena itu, jika dari daftar hadir tercatat 52 sekolah, maka jika separo saja dari jumlah sekolah itu mengirim dua tim, hampir pasti pagu 60 tim akan terlewati.

(lebih…)

Read Full Post »

Aceh… Oh, Aceh…

Empat hari berada di Banda Aceh, 9 – 12 Maret 2009, saya menemukan sejumlah kenyataan yang menggelisahkan. Ini bukan kunjungan saya yang pertama kali ke bumi Serambi Mekkah. Kali pertama, saya datang ke Aceh pada Juli 2006, diundang oleh sebuah NGO di Jakarta untuk berbicara tentang hukum dan media. Berikutnya, saya kembali ke Aceh pada akhir Juli 2008, mengamati Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang menghasilkan Margiono (Rakyat Merdeka) menjadi Ketua Umum PWI baru menggantikan Tarman Azzam.

Pada kedua kunjungan itu, saya tidak dalam kapasitas mengadakan sebuah kegiatan atau program di Aceh. Inilah yang membedakan dengan kehadiran saya ketiga kalinya di Banda Aceh pekan lalu. Selama dua hari, dari 10 – 12 Maret, kantor saya –Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat– bekerjasama dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES), menyelenggarakan workshop Etika dan Independensi Pers dalam Pemberitaan Pemilu 2009 bagi kalangan jurnalis se Naggroe Aceh Darussalam.

(lebih…)

Read Full Post »

Dan…Kompetisi pun dimulai

Untuk ketiga kalinya, kantor saya –Serikat Penerbit Suratkabar (SPS)– bekerjasama dengan Biro Humas Departemen Keuangan, kembali menyelenggarakan Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia Th 2009. Etape pertama pun telah dimulai, ditandai technical meeting untuk calon peserta wilayah Jabodetabek, kemarin (17/3), di Gedung JMC, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Sekurangnya 125 siswa dan guru pendamping menghadiri acara ini, yang mewakili sekitar 30 sekolah.

Tahun ini, Olimpiade Membaca APBN bakal digelar di 10 kota. Naik dua kota dibanding tahun 2008. Dimulai dari Jakarta, dan berakhir di Denpasar. Hingga tanggal 16 April mendatang, saya dan kawan-kawan di SPS maupun Depkeu, akan menggelar technical meeting di sembilan kota lainnya: Jogjakarta (19/3), Bandung (21/3), Makassar (24/3), Banjarmasin (28/3), Manado (2/4), Surabaya (4/4), Pekanbaru (7/4), Palembang (14/4), dan Denpasar (16/4).

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »