
Elvira Rengginasari (SMAN 7 Manado). Sang juara lomba artikel OMASI 2009 wilayah Manado dan sekitarnya.
Dua kota anyar yang baru saja gabung pada penyelenggaraan OMASI 2009 tahun ini –Bandung dan Manado– kalau boleh ditasbihkan, saya rasa sejauh ini –hingga putaran ke-enam OMASI—merupakan “kota terheboh”. Sungguh ekspresif, respons teman-teman SMAN di dua kota itu. Bandung dan Manado juga berbagi kesamaan yang bagi saya sangat menarik. Tipikal kedua kota itu berbukit-bukit. Bandung dikenal luas sebagai kota yang menyimpan gadis-gadis geulis (cantik). Nah, Manado apalagi. Hehehehehehhee….
Bandung adalah kota pendidikan. Manado, persisnya Tomohon –25 km dari Manado—juga merupakan kota siswa. Ada puluhan sekolah dari SD hingga perguruan tinggi yang cukup berkualitas di Tomohon yang juga kerap dijuluki City of Flower. Tomohon memang menyimpan banyak ”bunga” yang indah-indah. Hhhhhhhhhmmmmmmmm….. Saya sangat percaya itu, sejak tahun lalu menginjakkan kaki ke Tomohon dan kemarin, selama dua hari di Manado menggelar OMASI, Jumat – Sabtu (7 – 8 Mei), bertemu puluhan teman-teman dari Tomohon. Luar biasa mereka.
Saya memang tidak terlalu kaget melihat sikap ekspresif yang kadang sangat spontan dari teman-teman peserta dan suporter OMASI 2009 di Manado. Ekspresi mereka benar-benar tak mau kalah dibanding teman-teman di Bandung. Tigapuluh empat tim debat dari 28 sekolah dan 37 peserta lomba artikel dari 19 sekolah asal Manado, Tomohon, dan Tondano, terlibat pada ajang yang pertama kalinya singgah di kota Nyiur Melambai ini.

Tim SMA Frater Don Bosco. Sabet juara I lomba debat OMASI 2009 wil. Manado.
Kehebohan sebenarnya baru muncul saat jeda istirahat makan siang. Pada putaran-putaran awal lomba debat berlangsung, suasana masih terlihat lengang. Paling banter, hanya gemuruh tepuk tangan yang itu pun lebih banyak dikomando oleh moderator, bung Oni Ebenk. Bung Oni memang pintar memainkan suasana. Ketika jeda tiba, puluhan hadiah yang ditebar moderator langsung diserbu teman-teman yang berlarian dari bangku. Eitssssssssss….tunggu dulu. Bung Oni tak ingin membagi hadiah itu secara gratis. Ia pun ajak mereka bermain-main dengan aneka pertanyaan atau pun games yang menghibur. Bahkan, sebagian dari mereka disuruh untuk bermain peran. Macam menggerakkan badannya tatkala bung Oni tengah membacakan puisi. Atau, menyanyikan lagu-lagu kesukaan mereka.
Woooooooooowwwwwwwwww…. Lebih komplit lagi, di hari kedua event, bung Oni mengajak seluruh peserta tim debat bersama suporter mereka, untuk maju membawakan yel-yel kebanggaan masing-masing. Tim yang paling oke yel-yelnya, mendapatkan gitf menarik dari Manado Post, media partner OMASI di kota ini.
Walhasil, tampil sebagai pemenang lomba menulis artikel di wilayah Manado adalah Elvira Rengginasari (SMAN 7 Manado), disusul peringkat kedua dan ketiga adalah Jaria Rizky Zafilla Weken (SMKN 1 Manado) dan Sentiany Priska Viviany Sumampow (SMAN 1 Manado). Sementara peringkat 4 – 10 diduduki oleh Kartika Elcindy Togas (SMA Kristen 2 Binsus Tomohon), Tirza Lang (SMA Kristen Eben Haezar Manado), Sydonia Tifany Paat (SMAN 1 Tondano), Zevania Maleeva Palilingan (SMA Kristen 2 Binsus Tomohon), Cynthia YM Pandeirot (SMA Kristen 1 Tomohon), Kendis Rutunuwu (SMA Unklab Airmadidi Manado), dan Hilkia Yermia Kawet (SMAN 1 Tondano).
Adapun lomba debat dimenangkan oleh tim SMA Frater Don Bosco (Christian, Patricia, dan Tirsa), disusul runner up SMA Kristen 2 Binsus Tomohon (Olivia, Janet, dan Friska), serta SMA Kristen Eben Haezar. Peringkat IV – X diraih oleh tim-tim debat dari SMA Katolik Karitas Tomohon, SMAN 3 Manado, SMA Pioneer Manado, SMAN 1 Manado, SMA Frater Don Bosco (B), SMA Kristen 1 Tomohon (A), dan SMA Kristen 1 Tomohon (B).
Pertarungan final antara tiga tim –SMA Kristen Eben Haezar, SMA Frater Don Bosco, dan SMA Kristen 2 Binsus Tomohon, yang berlangsung di studio TVRI Stasiun Sulawesi Utara, benar-benar mencerminkan kualitas tim-tim finalis yang sejati. Ketiga tim mengerahkan segenap kecerdasan dan ketrampilan berdebat yang saya kira tak bakal kalah dari mahasiswa semester VI sekalipun. Mantap…!!!!!!!!!! Benar-benar dahsyat…!!!!
Sejak sesi pertama hingga sesi ketiga, mereka saling mempertontonkan kepiawaian masing-masing dalam menjawab pertanyaan moderator, juri, dan saat berdebat bebas. Jika kemudian SMA Frater Don Bosco akhirnya berhasil tampil sebagai jawara dan berhak mewakili Sulut pada grand final di Jakarta bulan Juni mendatang, saya kira itu adalah harga yang pantas dibayar atas persiapan matang mereka sebelum lomba. Kekuatan anggota tim Don Bosco, jauh merata ketimbang dua lawan yang lain. Patricia, meskipun berada di tengah dan menjadi juru bicara, tidak terlihat mendominasi pembicaraan. Christian dan Tirsa, dua kawannya yang ada di samping kanan dan kiri, juga bahu-membahu membangun argumentasi dan jawaban yang matang. Sungguh, kolaborasi yang solid dan patut diacungi jempol. Jika mereka tampil dalam peak performance macam itu, peluang untuk menjadi juara nasional dan merebut thropy bergilir Menteri Keuangan, rasanya tidak mustahil.
Bagaimana dengan Eben Haezar dan Binsus 2? Hhhhhhhhhhmmmmm…. Mereka bukan berarti tampil jelek. Kelemahan utama Eben Haezar dan Binsus 2 saya lihat karena distribusi argumentasi diantara anggota tim tidak sekuat dan sesolid anak-anak Don Bosco. Entah apa karena mereka kurang latihan? Saya tidak tahu pasti. Sebenarnya, jawaban-jawaban mereka juga cukup brilian. Tapi, rupaya dewan juri menilai Don Bosco masih lebih mantap. Yaaaaaaaaa….. Pemenang memang harus ditentukan. Don Bosco pun akhirnya pulang membawa kemenangan.
Pada kategori artikel, jujur harus diakui, saya tidak banyak menemukan karya-karya yang cukup outstanding. Maaf, teman-teman di Manado, rasanya kualitas artikel masih kalah dibanding kualitas debat. Heheheheehehehe…. Sungguh pun begitu, kalian tak perlu kecewa. Anda sudah berbuat yang maksimal dalam menulis artikel maupun ketika diuji dewan juri. Delapan dari 10 semifinalis lomba artikel, memilih tema anggaran pendidikan. Hanya dua nominator yang menjadikan subsidi BBM sebagai pilihannya. Tapi, yang mencengangkan, tak ada satupun pria diantara para semifinalis lomba artikel itu. Wah…wah….wah….. Perempuan Manado benar-benar mendominasi OMASI 2009. Saluuuuuuuuttt…!!!!!!!!!
Apapun, kehebohan teman-teman peserta OMASI 2009 di Manado, dibarengi dengan kualitas perdebatan mereka yang sangat menjanjikan. Tak syak, saya pun harus bilang begini kepada mereka: “Ngana boleh heboh, tapi debat dan menulis ternyata tak kalah brilian dang.” Wakakakakakakakakaaaaaaaa…. Ssssssttttttttt…. Temen-temen, benar ga sich bahasa Manado saya barusan???? Hiks…. Proficiat untuk Christian, Patricia, Tirsa, dan Elvira. Bersiaplah merebut mahkota juara nasional OMASI 2009 di Jakarta. Okay dang????!!!!! Manado memang benar-benar cantik, jo…. I do love it…!!!!!!!!!!!!!!!!!****



makasi kak , udh tulis nama aku sama tmn2 aku di blog nya kak asmono
) senang dehhhh rasanya …. hehehe
ada salam dari patrichia sama anastasya katanya :
semoga sukses dan sehat selalu .
wadoohhhh…..
ada poto saiaahhh disitu……
btw… makasih ya kak buwad smuana…..
btw…..
jadi kan kita ketemu sama bu Mentri….hahahaha
Iya donk… Masa ada artis kok fotona ga ditampilin. Wakakakakakaa…. Bikin blogku semakin laris maniz niyyyyyyyy…. Moga-moga bu Menteri ga ada acara lain yang lebih penting yaaaaaaa….
memang cerdas mas asmono, klo yg cewek aja yg dipampang tapi yg cowok disimpan di saku…hahahahahahahhahahahaha
kapan kelombok lg mas….?
Wan… komentarmu cerdas banged juga tuh. Wakakakakakakaakkaa….. Ke Lombok??? Kapan ya??? Hehehehehehe… Tunggu program anyar niy…
ayo dong mas kita seriusi, program apa nich yg menarik di tapi khusus dunia jurnalis yah. saya tertarik skali
lebih cantik jika ikut peduli memberantas korupsi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bersama http://gakindo.com
Manjo tong makang bakso di Sopo Nyono
hahahaha ada foto temen2 saya tuuuhh :p mantapp gen 58 & 59!! maju terus DOBOS!!