
Hidayu Permata Hardi (SMAN 6 Jogja), kembali wakili DIY ke grand final.
Usai sudah gelaran lomba menulis artikel Olimpiade Membaca APBN Tk SMA 2009 wilayah Jogjakarta dan sekitarnya. Tujuh puluh tiga peserta dari 36 SMA ikut ambil bagian dalam acara ini. Sejumlah muka lawas turut serta di dalamnya. Tahun ini, memang jumlah peserta lomba artikel di Jogjakarta jauh meningkat pesat dibanding tahun 2008 yang tercatat hanya 42 peserta. Terjadi lonjakan peserta sebanyak 74 persen. Wooooooooowwwwwwwww…. Luar biasa.
Yang lebih menggembirakan saya, secara kualitas, para peserta lomba artikel kali ini di Jogja ternyata jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Sebaran tema pun makin merata. Meskipun, tak bisa dipungkiri, tema mengenai anggaran pendidikan dan subsidi BBM masih menjadi tema favorit mereka. Namun kali ini, ada pula semifinalis yang mencoba mengajukan gagasan mengenai ekonomi kreatif sebagai salah satu solusi untuk menambah pendapatan negara. Pula dengan ide mendorong sektor pajak agar lebih giat ditingkatkan lagi penerimaannya, lewat berbagai macam strategi.
Tatkala dilakukan uji materi di depan juri, kekuatan para peserta relatif merata. Dari 10 besar nominator artikel yang mendapat hak untuk melakukan presentasi, sekitar 70 persen mampu menyampaikan gagasan utama dan menjawab pertanyaan dengan baik. Bahkan, ada tiga semifinalis yang tampil bernas, mengunci jawaban akhir dari dewan juri pada saat yang pas dengan jawaban yang tepat pula. Sungguh, mereka memang menjanjikan prestasi yang lebih tinggi.

Amanda Wijayanti (SMAN 1 Jogja), runner up lomba menulis artikel.
Pada akhirnya, saya dan dua dewan juri lain akhirnya memilih Hidayu Permata Hardi (SMAN 6 Jogjakarta) menjadi jawara. Hidayu secara kebetulan adalah juara tahun lalu untuk wilayah Jogjakarta dan sekitarnya. Saat grand final nasional tahun 2008, ia harus puas menduduki peringkat IV. “Anda harus tampil lebih baik lagi pada grand final mendatang,” kata saya menyemangati Hidayu. “Siappppppppppp, pak….. Hehehehehehee,” sigap ia merespons.
Kunci kemenangan Hidayu adalah terletak pada kualitas artikelnya yang lebih baik dibanding yang lain. Pada saat presentasi dan dialog dengan dewan juri, ia juga mampu menyampaikannya dengan baik serta menjawab pelbagai pertanyaan tajam secara bernas dan cerdas pula. Pembawaannya yang tenang dan berbicara tidak berlebihan, adalah kelebihan lain yang saya kira dimiliki Hidayu. Gaya penampilan macam ini, jelas akan banyak membantunya kelak pada fase grand final tingkat nasional melawan sembilan jawara menulis artikel dari kota-kota tujuan OMASI ini.
Nilai total hasil karya artikel dan presentasi yang berhasil dikantongi Hidayu adalah 77,35. Sebagai runner up adalah Amanda Wijayanti – SMAN 1 Jogjakarta (76,8), lalu diikuti oleh Muhammad Ardan Affandi – SMAN 4 Jogjakarta (76,41) sebagai juara III. Sementara penghuni peringkat IV – X, adalah Wildanul Isnaini – SMAN 1 Jogjakarta (76,3), Ryan Aldiansyah Akbar – SMA Taruna Nusantara (76,12), Hesti Susanti – SMA Muhammadiyah 7 Jogjakarta (75,6), Danang Firmanto – SMAN 2 Bantul (75,28), Galih Prakasiwi – SMAN 8 Jogjakarta (74,79), Fransiska Asisi Triarini – SMAN 1 Kalibawang Kulonprogo (72,63), dan Puji Rahayu – MAN 3 Jogjakarta (72,11).
Selamat untuk para pemenang. Bagi para peserta yang belum beruntung, masih banyak jalan menuju Roma, kawan. Ada banyak kesempatan lain yang bisa Anda jumpai untuk menggapai prestasi yang tak kalah gemilangnya… ***



ehm……
lomba artikelnya masih digarap oleh juara bertahan y…
metz y…buat Hidayu Permata Hardi(SMAN 6 Jogyakarta)…
lomba debat membaca APBN di jogyakarta nya…belum di rilis y…
ditunggu pak….