
Para juara lomba menulis artikel OMASI 2009 wil Jabodetabek. Dyah, Anas, dan Dito (depan), adalah juara I - III.
Olimpiade Membaca APBN Tk SMA se-Indonesia (OMASI) 2009 wilayah Jabodetabek berakhir sudah, Rabu (22/4) malam lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Jawara baru berhasil diperoleh. Pada kategori lomba menulis artikel, seorang pendatang baru, Dyah Purnamasari dari SMAN 1 Depok, berhasil menyisihkan dua muka lawas yang tahun lalu mengikuti lomba serupa –Anastasia Olivia Wongso (SMAK 3 Penabur Jakarta) dan Dito Wijanarko (SMAN 28 Jakarta). Anas, bahkan tahun 2008 menjadi wakil Jakarta pada grand final nasional, alias juara bertahan.
Vini, vidi, vici. Selalu ada kejutan-kejutan baru. Itulah yang berlangsung setiap kali penyelenggaraan OMASI. Dyah Purnamasari adalah pendatang anyar, sekaligus kini penyandang kampiun wilayah Jabodetabek. Baru pada tahun ini, OMASI memang dibuka tak hanya bagi pelajar di Jakarta, melainkan melebar ke daerah-daerah sekitar. Tercatat 21 sekolah di Jakarta, ditambah tiga sekolah dari Bogor, tiga SMA dari Depok, dan satu SMA dari Bekasi, mengikuti OMASI 2009 wilayah Jabodetabek. Tak kurang, 65 penulis artikel mengikuti lomba ini.
Hhhhhhhhhmmmm…. Apa ya, yang membikin Dyah menjadi jawara tahun ini??? Secara umum, sejak penyisihan karya artikel, skor Dyah memang sudah berada di atas Anas dan Dito. Selisih nilai mereka amat tipis. Dyah meraih skor 61,46, lalu Anas (61,18), dan Dito (60,9) pada penjurian artikel. Nah, ketika diadakan babak dialog dengan dewan juri, skor mereka pun saling kejar-mengejar. Hingga akhirnya, skor total ketiganya menjadi 87,08 (Dyah), 86,77 (Anas), dan 84,66 (Dito).
Sementara para penghuni peringkat 4 – 10 adalah Bawuk Respati – SMA Regina Pacis Bogor (83,64), Margareta Maryln – SMAK 3 Penabur Jakarta (83,24), Yohanna Tania – SMAN 1 Bekasi (83,13), Luphita Angelie – SMA Mardi Yuana Depok (82,86), Herman Yosef Leben Asa – SMA Mardi Yuana Bogor (82,72), Robie Khalilurrahman – SMAN34 Jakarta (81,87), dan Taufik Fajar – SMAN 2 Depok (80,27).

Dyah Purnamasari sedang menjawab pertanyaan juri artikel.
Pada babak penjurian dialog, Dyah tampil begitu tenang. Ia mampu menjawab setiap serbuan pertanyaan juri yang terdiri dari Ria Sartika Azahari (Departemen Keuangan), Dr Helson Siagian (FE-Universitas Indonesia), dan Asmono Wikan (Serikat Penerbit Suratkabar), dengan lugas dan fokus. Konsistensi jawabannya pun cukup baik. Ia tahu apa yang ia ucapkan. Pembawaannya pun tenang dalam berbicara. Kontrol emosinya relatif lebih baik dibanding sembilan finalis artikel lainnya.

Anastasia Olivia Wongso, tampil kurang maksimal.
Sementara Anas agak sedikit goyah dan kurang memahami sejumlah istilah yang ia sampaikan ketika menjawab pertanyaan juri. Ini yang membuat ia tak mampu mengungguli Dyah. Sementara Dito, terlalu percaya diri. Ungkapan-ungkapannya dalam menjawab kurang tersusun dalam kalimat yang rapi. Rada gado-gado gitu dech… Dalam hemat saya, ini yang membedakan Dito dengan Dyah. Atau Anas dengan Dyah. In completly, Dyah memang lebih unggul dibanding mereka berdua.

Dito Wijanarko: on fire...!!!
Toh begitu, Dyah tetaplah harus waspada kelak saat bertanding di grand final menghadapi sembilan jawara kota-kota yang lain. Biasanya sich, dari pengalaman selama ini, para jawara dari daerah-daerah cenderung memiliki semangat berjuang yang lebih tinggi dibanding mereka yang dari Jakarta. Ada kebanggaan loh, jika bisa mengalahkan wakil Jakarta. So, Dyah, kamu harus lebih bersiap. Artikel yang akan diperlombakan pada grand final tidak berubah. Hanya persiapan dalam presentasi saja yang harus ditingkatkan. Oke..!!???? See you in grand final OMASI on June 2009. Congratulation for Dyah and SMAN 1 Depok. ***



Aslm. Mas, saya izin copy linknya ya.. Hehe. Trims.
Silakan Robie….
makasih yaa pak foto-foto nya
salam untuk Pak Helson dan ibu Ria
Oke Dito. Sama-sama. Smangad terus yaaaaaaaaa….
Selamat yah untuk Dyah Purnamasari dari SMAN 1 Depok.
“dengan lugas dan fokus. Konsistensi jawabannya pun cukup baik. Ia tahu apa yang ia ucapkan. Pembawaannya pun tenang dalam berbicara. Kontrol emosinya relatif lebih baik “…
owh, ini yah salah satu keberhasilannya….
makasih y pak, asmono wikan yg telah memberikan sarannya,,,
Sama-sama Galang. Ya, itu memang salah satu kunci yang bisa dipakai teman2 lain saat menjalani babak uji materi dengan dewan juri.