Diam-diam, tanpa banyak diketahui publik, sebagian gerbong di harian Seputar Indonesia (SINDO), sedang berubah. Ada “renovasi” dalam salah satu bagian gerbongnya. Di bagian sirkulasi. Efektif sejak 1 Desember 2008, Sugeng Hari Santoso (mantan GM Sirkulasi KOMPAS), resmi pindah ke SINDO, dan menjabat sebagai Direktur Sirkulasi. Sementara, GM Sirkulasi dan Distribusi yang baru di SINDO dijabat oleh Donny Irawan (sebelumnya juga orang KOMPAS). Wooooowww….!!! Sebuah perubahan yang cukup mengejutkan.
Apa sebenarnya yang terjadi di SINDO, sehingga perlu mentransfer “dedengkot sirkulasi” KOMPAS, yang konon oleh SINDO dijadikan sebagai kompetitor utamanya???
Saya sejujurnya rada terkejut juga mendapati Sugeng kini sudah pindah ke SINDO. Nyaris tak ada kasak kusuk santer di lingkungan teman-teman media di Jakarta. Yang saya dengar, Sugeng membawa satu tim, terdiri dari 5 orang, dari tempatnya bekerja sebelumnya, KOMPAS.
Ada dua kemungkinan yang bisa dibaca dari fenomena ini. Pertama, Sugeng memang “dibajak” oleh SINDO untuk menggantikan tim sirkulasi SINDO sebelumnya yang kurang perform. Kedua, karena SINDO memang hendak membidik pasar KOMPAS yang selama ini sulit ditembus SINDO. Mana yang benar??? Sulit memastikannya dalam waktu segera.
Yang bisa saya baca, adalah kemungkinan pertama lebih besar terjadi dibanding yang kedua. Saya yakin, SINDO perlu adanya suntikan “darah segar” orang-orang sirkulasi yang lebih berkualitas dan pengalaman. Dan, Sugeng adalah orang yang tepat, barangkali begitu pikiran Hary Tanoesoedibjo, bos besar SINDO. ***



lho mas …dulu waktu SD guruku bilang renovasi gerbong dan kereta api tuh di Pengok jogja dan manggarai lho?sudah pindah to?
“naik kereta api tut tut tut siapa hendak……”
he he itulah sebuah fenomena semesta alam….ya mas….
Komentar tentang Renovasi Gerbong . . ..
Ada banyak kemungkinan mengapa seseorang bisa sampai hijrah ke perusahaan lain. Kemungkinan lain bisa saja orang2 tersebut merasa sudah tidak bisa menemukan suasana yang memang diharapkan. Kayak lagunya KLA (pindah ke lain hati). Kemungkinan lain, karena mereka sudah merasa jenuh bekerja di tempat yang itu-itu saja dan ingin tantangan yang baru. Hal ini sah-sah saja khan . . .? Masalah “hijrah” sebetulnya sudah biasa, kita lihat kayak Alvito Deanova, Indiarto Priadi Dll. Belum lagi contoh pemain Sepak Bola yang Profesional . . . jadi Ga usah kaget lha . . .